M-Cuy

.::Antara Mencintai dan Dicintai::.

In Menulis on June 19, 2009 at 12:28 pm

GlitterHeartCinta itu bukan menuntut, tapi mematut diri. Jika kita patut maka orang lain pun dengan sendirinya akan mencintai kita dengan tulus. Tapi jika sudah mematut dan tidak juga orang datang, maka kita tidak harus merasa gusar, yang penting adalah terus mencintai. Karena cinta, sejujurnya adalah ketulusan untuk selalu memberi.
Di dalam Hadits Rasulullah SAW, menyatakan bahwa kesempurnaan iman kita amat sangat bergantung pada sejauh mana kita mampu mencintai sesama. Bahkan dikatakan mencintai saudara kita (seiman) seperti mencintai saudara sendiri, artinya kita diminta untuk menekan ego agar mendahulukan saudara kita. Inilah bentuk persaudaraan dalam islam yang paling tinggi tingkatnya.
Momen kecintaan pada saudara seiman juga tergambar pada drama persaudaraan orang-orang muhajirin dan anshar. Setelah ujian demi ujian secara dramatis berhasil dilewatinya, maka tibalah momentum persaudaraan itu. Dalam suasana yang mengharu-biru itu tak heran kalau seorang sahabat anshar mau berbagi dalam harta. Bahkan jika mau, salah satu istrinya akan dicerai.
Kisah yang sudah sering diungkap ini memperlihatkan bagaimana akhirnya Abdurahman bin Auf secara harus menolak. Abdurahman bin Auf memang amat layak untuk dicintai. Namun meski beliau tidak punya apa-apa lagi dalam hijrahnya. Ia juga kalah cintanya pada sahabat anshar itu, tidak satupun sudi menuturkan keinginannya untuk mengambil keuntungan sendiri.
Dalam masyarakat yang diikat atas dasar iman, tak satu pun berani menuntut dirinya untuk lebih dicintai oleh yang lainnya. Tapi sebaliknya, mereka juga tidak rela bila tidak memperlihatkan kelebihan cintanya kepada yang lain. Itulah keseimbangan cinta. Dan itulah kepedulian bersama. Semua saling membuktikan cintanya pada yang lain tanpa menghiraukan apakah yang akan jadi balasannya.
Cinta punya tabiat keseimbangannya, antara mencintai dan kelayakan untuk dicintai. Keduanya adalah pencapaian dan derajat hidup yang tak datang dengan cuma-cuma. Ada kerja dan persembahan besar dibaliknya. Orang-orang besar mengerti benar, betapa mencintai dan dicintai adalah karya-karya jiwa yang sangat melelahkan.

Heart_Bubble

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: